Hai Cinta!
Hari ini kau terus menggunakan pikiranku
untuk membayangkan bayanganmu
Hari ini kau terus membasahi mulutku untuk menyebut
namamu
Hari ini kau terus menyibukan jari-jariku
untuk mengukir wajahmu
Hari ini kau terus menengadahkan kedua
tanganku untuk meminta kau adalah jodohku
Hari ini kau terus memaksa pandanganku
untuk terus tetap jalan lurus ke depan
Hari ini kau terus mengunci hatiku untuk
adam yang lain
Hari ini kau terus menutup telingaku untuk
mengabaikan ajakan sementara
Dan hari ini juga kau meneguhkan seluruh
keyakinanku untuk terus memperbaiki diri dan tetap menunggu bahwa kau akan
datang dengan sebuah cinta yang akan membawaku ke jalan suci dan ridho-Nya,
berjuang bersama untuk berijtihad dalam naungan rumah tangga kecil kita, nanti.
Hari kemarin dan hari sekarang maupun besok
adalah hari ini. Aku akan tetap merasakan bahwa hari ini sama dengan hari-hari
yang lain. Agar aku bisa merasa bahwa hari-hari untuk menunggumu adalah sebuah
penantian yang sangat singkat dan benar-benar akan datang pada saat yang
segera. Supaya kesendirianku ini tetap kokoh dan setia untuk menunggumu walau
aku tak tahu kapan kau akan datang.
Wahai sang pembimbing ibadahku, kutunggu
kau di pelataran istana yang akan kita singgahi nanti. Yang akan kita isi
dengan membina sebuah rumah tangga yang harmonis yang selalu dipenuhi dengan
beribadah kepada-Nya. Selalu disenandungkan ayat-ayat-Nya, menerangi
persinggahan kita dengan tausyiah dan bimbingamu. Mengajarkan dan membesarkan
anak-anak kita dengan kasih sayang yang lembut bak sutera yang indah.







0 komentar:
Posting Komentar