RSS

Missing Playing Basketball at SMP Doeloe


Semilir angin malam mengusap lembut pipi putih dan mulusku *Udah, jangan banyak komen! :p *, malam ini memang malam yang spesial bagi sebagian orang untuk menghabiskan waktu dengan yang dicintainya *Hadeeuh, maksiat -_- * tidak menutup kemungkinan juga dengan keluarga dan sanak saudara.

Di sini aku sedang menunggu seseorang. Mau tidak mau aku harus menunggu di depan aula kampus ini. Maklum, orang yang aku tunggu memang VIP (Very Important Person), super sibuk sekali.
Hmm, posisi dudukku tidak senghaja dihadapkan dengan pemandangan yang begitu membuatku tiba-tiba merindu.

Tuukk... tuuuk... tuuukkkkk... pas tiga kali ketukan bola yang dibawa oleh seorang pemuda berbadan tinggi. Nampaknya, mereka adalah sekelompok mahasiswa UIN yang biasa bermain di lapangan ini.

Aku jadi teringat waktu dulu, ketika aku sedang imut dan lucu *Udah, baca aja! :D *. Aku suka bermain basket, sampai-sampai teman-temanku menjulukiku The Queen of Throwing (Ratu melempar terbaik), saking punya kekuatan tinggi aku selalu melempar bola melebihi kawan sepermainanku, akhirnya bola malah di tangan sang lawan dan kadang juga keluar lapangan. Maklum, aku memang selalu merendah dan akhirnya mengalah saja dengan sang lawan. :p

Pernah juga, ketika pelajaran olahraga, guru mengetes kami untuk bermain basket. Ketika tengah asyik bermain, sekonyong-konyong bola menabrak bagian kepala belakangku. Hmm, gurih banget hantaman bola dari teman sekelasku itu. Aku pun merasa kesakitan dan pusing. Lantas teman-temanku kaget dan menanyakan apakah aku baik-baik saja.

"eemm, ii.. iyaa, tidak apa-apa kok. Santai saja". Jawabku dengan senyum.

Di kejauhan, seseorang berlari dengan membawa air botol. Tiba-tiba rasa sakitku hilang dan berganti dengan salting. "apa yang harus aku lakukan?" Itu yang ada di pikiranku saat itu. Karena ini pertama kalinya di depan guruku.

Dia selalu menjadi bahan perhatian dan pembicaraan siswa SMP, kehadirannya pun selalu diharapkan oleh anak-anak ketika mereka membutuhkan bantuan bahkan ketika piket sekolah. Karena dia bak pahlawan di sekolah kami, tanpanya kami galau. Gayanya yang dia rasa cool dan stylish membuatnya merasa paling tampan.

"Aaaiishhhh, tukang sapu kenapa selalu mengganggu, sih? -_- ".Geramku dalam hati.

Ya! Office Boy muda ini memang pengagum beratku. Dia selalu datang di kala aku mendapat masalah dan musibah. Umurnya memang masih muda. Tetapi yang menjadi masalahku adalah kenapa yang menjadi pengagum gue adalah Tukang Sapu sekolahan? -_-

Tak lama kemudian dua wanita yang bergaya wonderwoman dengan menenteng buntelan kerudung memecahkan lamunanku. "Heyyy, Teh Mala. Maaf ya lama." Kata teman sebayaku yang tertahan nafasnya karena membawa seplastik buntelan kerudung.

"Iya, Mal. Maaf, ya." Susul salah satunya lagi sambil ngos-ngosan pula.

"Iya, tak apeulah" Senyumku manis dengan gaya Marshanda.

"Mal, bawain ini donk?!" Pinta temanku.

" -_-'' " Hening sejenak.

#Kisah singkat tadi banget. :D

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2009 Coretan Hati KK. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates