Kemarin-kemarin mungkin aku bingung, apa yang aku bisa selain makan dan menghasbiskan uang orang tua?! Tapi, sebenarnya ada begitu banyak hal-hal yang menginspirasi di sekitarku. Tadi saja aku iseng masuk ke gedung aula utama kampus sehabis kuliah hanya sekedar ingin melihat acara apa sampai-sampai banyak mahasiswa ramai dan bersorak sorai.
Begitu masuk, aku lihat pertunjukannya. Walau hanya dance begitu saja, namun sedikit menarik perhatianku untuk mencari tempat duduk. Walau harus berdiri terlebih dahulu di belakang bersama mahasiswa lainnya. Akhinya, dua orang anak mahasiswi keluar ruangan, tak pikir panjang aku pun langsung menggantikan penghuni kursi itu. Selanjutnya, penari Jaipong kemudian Dance India. Penonton begitu ramai dan dengan mudahnya memberi tepuk tangan dan terkagum-kagum, begitu pun dengan diriku. Suasana ini mengingatkanku pada masa-masa dulu, ketika SD, SMP dan SMA. Aku sangat menyesali masa-masa berharga itu. Betapa tidak? Aku sebenarnya memiliki banyak potensi dan kemampuan. Namun, itu tidak ditunjang dengan kepercayadirianku dan keuletanku memperdalamnya. Ya! Karena aku memang seorang gadis yang pemalu. Meskipun begitu, aku adalah gadis yang periang dan suka bercanda. Teman-temanku menyukaiku, karena aku suka guyon dan frendly. Itu pun kepada orang-orang yang menurutku pantas dan baik menjadi temanku. Karena aku memang tidak selalu fleksible. Ada beberapa tipe orang yang tidak mudah menjadi temanku, yang nantinya harus membutuhkan waktu lama untuk bisa nyaman dalam ikatan pertemanan. Biasanya, kalau orang yang aku hadapi banyak omong atau cerewet bukan kepalang, atau malah tertutup sekali, aku akan menjadi pendiam. Aku pun bingung pada diriku sendiri, macam makhluk apa aku ini?! Tapi yang jelas aku akan nyaman jika dia juga merasa nyaman padaku.
Sebenarnya, aku mempunyai banyak keinginan. Mulai dari ingin menjadi penulis, presenter, reporter, pelukis, pembawa acara, dancer, model, sampai seorang desainer. Bukan sekedar mimpi belaka, tapi karena aku punya potensi di ranah itu. Hanya saja perlu pendalaman dan keberanian untuk mengimplementasikannya.
Ketika SD sampai SMA aku diketahui oleh teman-temanku bahwa aku memang berbakat dalam menggambar dan menari. Memang aku sering menunjukan kebolehanku itu. Sampai akhirnya aku pernah ditunjuk menjadi seorang Koreograf dalam acara-acara utama di SMA. Di situ, julukan Jecko (Nama panggilan Mikle Jackson) disematkan untukku. Orang-orang melihat bahwa aku lincah dan energik. Sekarang hanyalah kenangan belaka, karena tidak mungkin seorang muslimah sepertiku berlenggak-lenggok menari fulgar di depan umum.
Namun, bukan hanya itu saja yang aku sayangkan. Ada banyak potensi yang harus kugali. Aku rasa sekarang belum terlambat untuk mengasah potensi itu. Bolehlah, menjadi seorang presenter, reporter, pelukis dancer dan model tidak bisa diselamatkan lagi. Tapi, aku masih punya waktu untuk memperbaiki mimpi itu. Ada waktu untuk mengasah menjadi seorang penulis dan desainer, walau mungkin menjadi seorang desainer pun seharusnya membutuhkan waktu dan ilmu yang memadai. Tapi kewajibanku saat ini hanyalah berusaha. Karena Allah sudah menjanjikan kemanisan untuk hamba-Nya yang mau berusaha, tinggal kita yang ikhtiar. Laa haula walaa quwwata illa billah. Bismillah.







0 komentar:
Posting Komentar