Ini tentang hidup, Kawan!
Dimana kamu harus siap berlapang dada sedangkan kamu sedang
dalam kesedihan dan tertimpa bertubi-tubi kesakitan
Ini tentang hidup, Kawan!
Dimana kamu harus siap memaafkan dan bersabar dengan
orang-orang di sekeliling mencemoohmu sedangkan kamu tidak melakukan kesalahan
sedikitpun
Ini tentang hidup, Kawan!
Dimana tawa dan celoteh yang sering terdengar harus siap
tergantikan oleh jutaan air mata dan genangan darah sedangkan kamu tidak tahu
apa penyebabnya
Ini tentang hidup, Kawan!
Dimana kamu harus siap ikhlas menyambut masa depan yang
tidak pernah kamu impikan sedangkan kamu ingin masa depan lebih cerah daripada
masa depan yang nyatanya terbalik
Ternyata ini tentang hidup manusia yang Allah rancang,
Kawan!
Kamu tidak bisa berkutik ketika detik berpindah begitu cepat
sebelum kamu belajar bahwa perhitungan waktu memang diperlukan
Disini kamu hanya butuh sang Kreator duna ini, sang Pencipta
diri kita, Allah! Dari mulai sel-sel sampai pada jiwa, perasaan dan karakter
yang kita miliki. Semua kembali kepada sang Maha Pemilik. Merayu dan meminta apa yang terbaik bukan apa
yang kita anggap baik. Jangan lupa “berpasrah dan tawakal” adalah kunci untuk
menjadi menusia yang Dia sayangi. Memang hidup di dunia hanya sementara, kamu
menyadari, mereka menyadari, aku dan dia juga menyadari itu. Tapi krnapa kita
masih tidak bisa melakukan persiapan yang maksimal untuk hidup di dunia yang
abadi?
Ya Allah, aku! Ya! Aku yang menulis ini sungguh sangat
berusaha menyiapkan itu semua, mengikhlaskan apa yang menjadi ujian untukku,
menyempurnakan apa yang kurang dari sisi pandang-Mu, menginstal ulang segala
panca indera dan mata hati untuk lebih siap peka terhadap sinyal-sinyal yang
akan menjadi ladang ibadahku. Aku tidak tahu sampai kapan ujian kehidupan ini berakhir,
karena aku hanya seorang wayangmu di lakon kehidupan ini. Jika menurutmu aku
menjadi seperti ini membuatmu tersenyum dan bahagia, aku pun akan berusaha
sepenuh hati senang dengan peran yang menjadi tanggunganku. Namun ada hal yang
aku pinta pada-Mu. Kuatkan kami ketika energi sabar, ikhlas, pasrah dan tawakal
mulai redup. Kami takut, ya Allah! Kami takut kalau kami tidak sanggup
menanggung pesakitan yang begitu berat ini. Walau Engkau sudah berjanji akan
memberikan ganjaran yang berlipat-lipat dari ujian ini, namun kami masih pelu
bantuan-Mu untuk tetap merangkul kami dan menerangi jalan kami yang begitu
terjal dan berduri. Ada hal yang menjadi daya kami, ya Rabb. Kalam-Mu untuk
semua umat itu, “Janganlah berputus asa dari Rahmat-Mu”, kalam inilah yang
menjadi daya energ kami selama ini. Maka tetaplah bersama kami dan pantaulah
kami, karena kami takut kami akan melemah.






